Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, doa kebangsaan lintas agama menjadi momentum membangun solidaritas kemanusiaan, menjaga kemaslahatan, dan memperkuat persaudaraan. Ini tentu bagian wujud cinta Tanah Air kita di tengah pandemi yang melanda bangsa.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa indonesia dan dunia pada umumnya hingga saat ini masih dilanda pandemi Covid-19, dampaknya dirasakan oleh semua lini kehidupan baik ekonomi sosial, pendidikan, bahkan aspek-aspek keagamaan di seluruh dunia. Kita percaya bahwa musibah ini harus ditangani pendekatan saintifik, tapi kita juga harus berupaya dengan mengetuk pintu langit, melalui doa dan pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Menurutnya, Indonesia terdiri dari masyarakat yang beragam, baik dari sisi bahasa budaya dan agama maupun keyakinan, dari sudut pandang agama keberagaman adalah anugerah dan kehendak Tuhan.
“Perbedaan ini bukan untuk memisahkan berdasarkan identitas masing-masing, melainkan menyatu dalam keberagaman, dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda kita tetap berada dalam tujuan yang sama untuk senantiasa merawat persatuan dan kesatuan bangsa,” papar Gus Yaqut.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, Kemenag terus mendorong program strategis untuk mengawal, menginisiasi dan mengkoordinasikan program dalam upaya mewujudkan masyarakat yang rukun, toleran, damai dan berimbang, dengan tetap memperhatikan sisi sisi kemanuasiaan.
“Kita memahami pula bahwa agama mengajarkan umatnya untuk senantiasa bersikap moderat dalam keberagaman dalam kerangka penyatuan rasa kemanusiaan dengan mengimplementasikan solidaritas dan empati sosial tanpa sekat agama,” pungkasnya.
Doa bersama ini disiarkan langsung oleh channel Youtube Kementerian Agama, dan dihadiri oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, dan Sastrawan Sosiawan Leak yang akan membacakan puisi kebangsaan.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



