Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengungkapkan, Indonesia emas akan terwujud pada 2045. Di saat yang sama, Indonesia akan menjadi negara muslim terbesar dengan kekuatan potensi ekonominya.
Dikatakan Dirjen, pada 2045 nanti, Generasi Z juga akan mencapai puncak kariernya. Oleh karena itu, prodi Zakat-Wakaf dan Ekonomi Syariah menjadi sangat menjanjikan.
Hal itu disampaikannya saat memberi arahan sekaligus membuka kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Senin (3/7/2023).
“Indonesia adalah muslim terbesar di dunia. Negara demokrasi terbesar ketiga. Negara yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tahun 2045, di mana kalian mungkin akan berumur 45, akan mencapai puncak karier. Indonesia emas, tahun 2045, kalian berumur 45 tahun. Kalian sudah menjadi manajer, direktur, CEO, atau menjadi apa saja. Prodi ini sangat menjanjikan di masa akan datang,” jelasnya.
Terkait itu, Kamaruddin meminta generasi muda untuk mempersiapkan diri.
Dirjen juga mengatakan, zakat merupakan salah satu sektor ekonomi syariat. Keuangan sosial Islam yang disebut filantropi Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf) dapat mengentas kemiskinan.
“Potensi zakat itu sekitar Rp400 triliun per tahun. Potensi wakaf uang kita hampir Rp200 triliun. Potensi yang ada ini belum sepenuhnya dikapitalisasi,” urainya.
Kamaruddin menjelaskan, "zakat yang berhasil dikumpulkan pada tahun 2022 tahun lalu itu baru sekitar Rp22 triliun dari potensi Rp400 triliun. Artinya, hanya 6-7%, tetapi tren dan perkembangannya sangat bagus. Tiap tahun meningkat."
“Tahun ini ditargetkan Rp33 triliun, sehingga 5-10 tahun ke depan, potensi zakat yang terkumpul mencapai di atas Rp100 triliun," imbuhnya.
Kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu (3-5/7/2023) di Jakarta.
Ba/Mr
Fotogtafer: Budi Ayani
Fotogtafer: Budi Ayani



