Jakarta, Bimas Islam -- Di tangan para pemuda, Indonesia berpotensi besar menjadi negara maju di tahun 2045. Karenanya, Ormas Kepemudaan Islam harus mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin saat memberi arahan pada kegiatan Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
“Negara kita memiliki potensi besar menjadi negara maju. Kalau kita melihat penduduk Indonesia, 53 persen didominasi generasi muda. Pemuda inilah yang nantinya menahkodai dan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. Karenanya, Ormas Kepemudaan Islam harus mengambil peran untuk berkontribusi memajukan Indonesia,” ungkapnya.
Menuju Indonesia maju 2045, imbuh Dirjen, Ormas Kepemudaan Islam harus merespons tantangan yang dihadapi, agar bisa merawat dan menjaga keberagaman di Indonesia.
“Kita tidak boleh merasa bahwa semuanya sedang baik-baik saja. Seiring kemajuan teknologi informasi, maka semua orang bisa mengakses informasi apa saja, di mana saja, dan kapan saja, yang tentu berpotensi memengaruhi dan mengancam keberagaman kita,” terangnya.
“Keberagaman memang sebuah keniscayaan. Dan keberagaman jelas ada potensi konflik. Tapi, potensi konflik ini berhasil kita antisipasi karena kita menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan damai, negara yang masyarakat hidup rukun dengan kebinekaan,” tambah Dirjen.
Dirjen mengajak Ormas Kepemudaan Islam juga menyadari hal dan kewajiban sebagai warga negara.
“Kita harus menyadari bahwa hak dan kewajiban kita sama di hadapan negara. Multikulturalisme tidak menjadi penghalang untuk kita terus berbuat baik dan menghargai satu sama lain,” pungkasnya.
Wcp/Mr



