Semarang, Bimas Islam --- Meski sedang masa pandemi Covid-19 yang turut mempengaruhi sektor perekonomian nasional, namun minat warga di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah untuk berwakaf masih cukup tinggi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pedurungan, Syamsuri saat dihubungi tim pemberitaan Bimas Islam di Kota Semarang, Kamis (19/8).
Syamsuri menjelaskan, warga di Kecamatan Pedurungan termasuk dalam kategori kelas sosial menegah ke atas. Hal ini yang membuat KUA Pedurungan banyak menerima permintaan Akta Ikrar Wakaf (AIW).
"Alhamdulillah, untuk tahun ini saja kita sudah menerima sebanyak 16 lokasi wakaf yang telah dibuatkan AIW-nya. Di pekan depan, sudah ada tiga orang yang ingin berkonsultasi tentang wakaf ini," ungkap Syamsuri.
Syamsuri mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya masalah sengketa terhadap objek wakaf di kemudian hari, pihak KUA Pedurungan melakukan koordinasi bersama pihak Kelurahan setempat untuk memeriksa kejelasan status dari objek wakaf tersebut.
"Kami juga melakukan monitoring langsung ke objek wakaf yang akan diserahkan, bersama para Penyuluh Agama Honorer (PAH) yang biasanya ditugaskan khusus mengurusi wakaf," lanjutnya.
Syamsuri menambahkan, semua objek wakaf yang sudah tercatat di KUA Pedurungan juga telah dimasukkan datanya ke dalam Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama RI.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Fauji Ridwan Juara MTQ Internasional, Diharap Jadi Inspirasi Generasi Muda
Jakarta, Bimas Islam — Prestasi Muhammad Fauji Ridwan yang meraih juara pertama cabang Tilawah Al-Qur’an Putra pada ajang internasional di Malaysia…



