Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan adanya Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadis (MHQH) ini menandakan Indonesia memiliki aset penghafal Al-Qur’an dan Hadis yang sangat banyak.
Selain cabang hafalan 30 juz Al-Qur’an, 20 Juz Al-Qur’an, 15 Juz Al-Qur’an, 10 Juz Al-Qur’an, juga ada cabang hafalan hadis, yaitu 100 hadis dengan sanad dan 400 tanpa sanad.
“Sanad itu perawinya, jadi yang menyampaikan hadis itu dihafal ada 100 hadis dengan sanadnya. Itu sesuatu yang sangat luar biasa menghafal satu hadis dengan sanadnya saja itu tidak mudah. Ini menunjukkan betapa Indonesia itu punya stok yang sangat luar biasa, betapa kecintaan hadis dan Al-Qur’an di Indonesia sangat luar biasa, jadi patut kita syukuri dan diapresiasi,” katanya saat menghadiri pembukaan MHQH Amir Sultan ke-13 di Hotel Milenium Sirih, Jakarta, Senin (22/03) malam.
Sementara itu, Sekretaris panitia MHQH Amir Sultan Gunaim Ihsan mengatakan, Indonesia memiliki jumlah penghafal Al-Qur’an tertinggi di dunia, yakni mencapai lebih dari 30 ribu orang. Bahkan semakin bertambah setiap tahunnya.
Menurut Gunaim MHQH Amir Sultan ke-13 ini akan diikuti 250 Hafiz dan Hafizah dari 34 provinsi di Indonesia. Cabang yang dilombakan terdiri atas hafalan 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri. Sedangkan hafalan hadis hanya untuk putra dengan menghafal Kitab Hadis Umdatul Ahkam.
Acara yang akan berlangsung selama empat hari Senin-Kamis (22-25/03). Dihadiri oleh Kepala Atase Agama Kedubes Kerajaan Arab Saudi Ahmed bin Essa Al Hazmi, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Esam Althagafi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an Ustaz Yusuf Mansur, dan jajaran pejabat eselon ll Kementerian Agama RI.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



