Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, pelaksanaan Musabaqah Hafalan Qur’an Hadits (MHQH) ke-13 memberikan banyak manfaat dalam syiar Islam dan persahabatan antara Indonesia dan Saudi Arabia.
“Penyelenggaraan Musabaqah ini telah memberi arti yang besar, bukan saja bagi dakwah dan syiar Islam, tapi sekaligus bagi persahabatan kedua bangsa muslim yang besar serta menjadi salah satu lambang persahabatan dan kerja sama antara pemerintah dan umat Islam Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia,” kata Kamaruddin dalam laporan penutupan MHQH ke-13 di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).
Hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia lanjut Kamaruddin memiliki dimensi yang sangat luas. Mencakup bidang agama, pendidikan, politik, ekonomi, dan kebudayaan.
“Ikatan hubungan kedua negara memiliki latar belakang dan masa depan yang pasti karena kedua bangsa dan masyarakat kedua negara dipertautkan tidak saja oleh hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan spiritual dan keagamaan,” ujar Kamaruddin.
Sebagai informasi, kegiatan MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat nasional 2021 ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan tersebut diikuti 250 Hafiz dan Hafizah dari 34 provinsi di Indonesia.
Adapun cabang yang dilombakan terdiri atas hafalan 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri. Sedangkan hafalan hadits hanya untuk putra dengan 100 hadits beserta sanad (penyampai hadits) dan 400 tanpa sanad dalam Kitab Umdatul Ahkam.
Pelaksanaan MHQH ini dilaksanakan di Hotel Millennium, Jl. H. Fachrudin No.3, Kampung Bali, Jakarta Pusat dari tanggal 22 sampai dengan 25 Maret 2021.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



