Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengucapkan selamat atas berlangsungnya Muktamar ke-VII Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) di Bandung, serta Milad Ke-31 ICMI pada tanggal 7 Desember 2021.
"Semoga peran dan kontribusi ICMI untuk kemajuan umat Islam dan kejayaan bangsa semakin meningkat," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Senin (6/12/2021).
Fuad menerangkan, kelahiran ICMI pada 7 Desember 1990 di kota Malang, berawal dari sebuah diskusi para mahasiswa di masjid kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) pada Februari 1990, yakni antara lain Erik Salman, Ali Mundakir, M Zaenuri, Awang Surya dan M Iqbal. Mereka minta dukungan dan saran Menko Kesra Alamsjah Ratu Perwiranegara, dan atas arahan Alamsjah, para mahasiswa Unibraw itu disarankan menemui Menristek/Kepala BPPT, B.J. Habibie.
Para mahasiswa tersebut dengan diantar Imaduddin Abdulrahim, M. Dawam Rahardjo, menghadap Menristek B.J. Habibie dan meminta kesediaan beliau memimpin wadah cendekiawan muslim dalam lingkup nasional itu.
Menurut Fuad Nasar, keberhasilan para mahasiswa penggagasnya dari kampus Universitas Brawijaya Malang mewujudkan terbentuknya ICMI pada tahun 1990 tidak lepas dari kerjasama yang dibangun lintas generasi. Ini lesson learned yang sangat penting.
"Keberadaan ICMI sejak periode Ketua Umum ICMI pertama, yakni almarhum B.J. Habibie telah menghadirkan mozaik baru peranan cendekiawan muslim di tanah air dalam semangat persatuan. ICMI lahir dari sebuah kepedulian generasi muda terpelajar untuk menyatukan langkah umat Islam Indonesia khususnya kaum intelektual. Jika bersatu, niscaya akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia," lanjut Fuad.
Fuad berharap, ICMI sebagai organisasi cendekiawan sukses mengemban misinya dalam memberikan solusi atas persoalan aktual umat dan bangsa di berbagai bidang, seperti agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hukum, politik, dan demokrasi.
"Saat ini, Indonesia dan dunia membutuhkan peran dan sumbangsih kaum cendekiawan sebagai komponen bangsa yang tercerahkan dengan nalar ilmu pengetahuan, keimanan, dan posisi yang independen. Kalau kita pelajari sejarah, negara ini lahir dari gagasan dan pemikiran kaum cerdik-cendekia yang berjuang pada masanya. Peran dan tanggung jawab kaum cendekiawan terhadap masa depan bangsa, negara dan kemanusiaan secara global tidak boleh terputus sampai kapan pun. Untuk itu integritas moral dan integritas intelektual harus dipegang teguh di manapun. Cendekiawan bukan sekadar man of idea, tapi juga man of action sesuai tempat dan bidangnya, " imbuhnya.
Fuad menambahkan, program inisiatif ICMI yang tertunda, seperti pendirian Bank Wakaf yang sudah dibahas sejak tahun 2013/awal 2014, sekiranya bermanfaat dan membawa maslahat bagi masyarakat luas, semoga dapat ditindaklanjuti oleh kepengurusan pusat ICMI periode 2021 - 2026 di bawah kepemimpinan Ketua Umum ICMI Arief Satria (Rektor IPB) yang baru terpilih.
*Keterangan Foto : M. Fuad Nasar bersama almarhum Prof. Dr. Ir. Ing.B.J..Habibie, Presiden Ke-3 Republik Indonesia dan Ketua Umum ICMI periode pertama.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



