Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengucapkan selamat milad ke-70 kepada Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar pada tanggal 7 April 2022.
“Semenjak didirikan 70 tahun lalu sampai sekarang, YPI Al-Azhar terus berkidmat, membangun, melayani umat, dan memberi empati di tengah masyarakat ibu kota khususnya dalam dakwah dan pembangunan umat melalui peran sentral masjid dan menyelenggarakan pendidikan yang modern, berkualitas dan inklusif guna menjawab kebutuhan pendidikan bagi kalangan menengah muslim,” kata Fuad melalui keterangan tertulis yang diterima bimasislam, Kamis (07/04).
Fuad mengatakan, saran almarhum Buya Hamka kepada Pengurus YPI Al-Azhar tahun 1952 ketika beliau diminta pendapat; manakah yang harus dibangun lebih dahulu, gedung sekolah atau masjid, mengingat dana yang ada sangat terbatas? Hamka menyarankan, "Bangunlah masjid lebih dahulu. Tapi bangunan masjid itu hendaklah sedemikian rupa, dilengkapi ruangan-ruangan kantor, aula untuk rapat dan kuliah. Sementara bangunan gedung sekolah dan lain-lain belum terwujud, dapatlah ruangan itu dimanfaatkan sebagai penarik sumbangan hartawan dan umat untuk pembangunan pesantren atau sekolah secara berangsur-angsur." Saran Hamka diterima sepenuhnya oleh Pengurus YPI waktu itu di antaranya KH Abdullah Salim dan H Ghazali Syahlan. Perjuangan dakwah Buya Prof. Dr. Hamka yang kemudian diserahi amanah sebagai Imam Besar Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta dan sebagai ulama besar yang mengisi tempat istimewa di hati umat memberi warna dan corak perkembangan Masjid Agung Al-Azhar. Prof. Dr. Hamka adalah Ketua Umum YPI Al-Azhar periode 1976 - 1981. Dari lingkungan Masjid Agung Al-Azhar lahir sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Universitas, kursus mubaligh, organisasi pemuda-remaja masjid (Youth Islamic Study Club), lembaga zakat & wakaf dan lainnya dengan brand Al-Azhar. Fuad berharap, di tengah arus industrialisasi dan liberalisasi pendidikan dewasa ini, YPI Al-Azhar dapat menjadi tanggul penyeimbang keberpihakan dengan kepentingan umat.
“Sehingga YPI Al-Azhar selalu dibanggakan dan menjadi kebanggaan umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Fuad yang juga anggota Dewan Pengawas Ikatan Alumni (IKA) YISC Al-Azhar mengungkapkan, sekolah-sekolah Islam yang bernaung atau berafiliasi di bawah YPI Al-Azhar di Jakarta dan kota-kota lainnya telah tampil menjadi ikon mobilitas vertikal umat Islam dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki bekal keunggulan dalam persaingan peradaban global.
"Eksistensi YPI Al-Azhar yang kini mengelola dan menaungi sekian banyak Sekolah Islam Al-Azhar tersebar di 22 provinsi dalam lima tahun terakhir berjumlah 204 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA serta 1 Universitas Islam Al-Azhar membuktikan bahwa golongan Islam mampu mengelola institusi pendidikan bermutu sejajar dengan institusi pendidikan yang dimiliki golongan lain. Semoga para Pengurus YPI Al-Azhar dan komunitas Al-Azhar senantiasa diberi kekuatan dan hidayah oleh Allah SWT dalam mengemban amanah umat dan menunaikan amanah sejarah dengan baik," pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



