Tuban, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban melakukan inovasi program Bina Samara. Program yang baru diluncurkan pada Senin (3/1/2022) ini bertujuan untuk meminimalisir angka perceraian. Hal ini disampaikan oleh Kepala KUA Jenu, Iswoyo di Tuban melalui keterangan tertulis, Selasa (4/1/2022).
“Bina Samara itu pembinaan menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Kita melihat di Tuban ini angka perceraian masih tinggi, pernikahan anak juga terbilang masih cukup tinggi, dan masalah ketahanan keluarga yang bisa mengancam ketahanan bangsa dan negara,” tutur Iswoyo.
Ia menerangkan, program Bina Samara ini nantinya memuat beberapa konsep, seperti bengkel sakinah, bimwin catin mandiri, bina remaja pranikah, hingga sekolah nikah gratis. “Sasarannya adalah keluarga yang memiliki masalah, anggota majelis taklim binaan, hingga pasangan yang hendak menikah,” ujarnya.
“Untuk bengkel sakinah ini kita melakukan bimbingan dan konsultasi pada keluarga yang memiliki masalah serta melakukan pembinaan pada majelis taklim. Program ini kita laksanakan dengan melibatkan penghulu, penyuluh, dan pengurus BKMT Jenu untuk lebih maksimal,” jelasnya.
Iswoyo menambahkan, untuk bimwin catin mandiri menyasar pada pasangan catin yang sudah mendaftar nikah di KUA Jenu tapi belum mengikuti bimwin. Program bimwin catin mandiri ini digelar setiap pekan sekali pada Rabu. “Kita melakukan koordinasi lintas sektor agar bimwin catin mandiri ini sukses,” tegasnya.
“Untuk bina remaja pranikah, kita melakukan pembinaan pada Posyandu remaja, pembinaan berbasis desa, ponpes, sekolah, madrasah, dan kampus. Ini dilakukan oleh KUA Jenu bersama BKMT, Puskesmas, dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Terkait waktu, kita bekerja sama dengan lembaga pendidikan, perangkat desa, dan lintas sektor lain yang terkait,” urainya.
Sementara untuk sekolah nikah gratis, Iswoyo mengungkapkan, kegiatan ini menyasar pada remaja usia nikah. Kegiatan ini nantinya dilakukan secara daring maupun luring.
“Kuotanya nanti menyesuaikan keadaan dan kesiapan tim, sebab karena sistemnya nanti adalah sekolah maka akan disiapkan kurikulumnya. Kegiatan ini kita rencanakan tiga kali pertemuan dengan melibatkan lintas sektor. Kita lakukan secara bertahap,” kata Iswoyo.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



