Yogyakarta, Bimas Islam - - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla mengatakan, moderasi beragama itu bagaikan sebuah ruang tengah di sebuah rumah. Ulil menggambarkan, Indonesia sebuah rumah besar yang di dalamnya ada kamar-kamar untuk agama di Indonesia.
“Moderasi beragama terjadi di ruang tengah saat seluruh umat beragama bertemu dan bercengkerama,” kata Ulil dalam Sarasehan Festival Moderasi Berbasis Seni Keagamaan di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (05/12).
Ulil menjelaskan, setiap ajaran agama memiliki dua ajaran pokok, yakni tentang hal bersifat universal, seperti menegakkan keadilan, melindungi harkat dan martabat kemanusiaan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Sementara itu, lanjutnya, terdapat ajaran yang partikular, seperti perbedaan tata cara ibadah.
"Jadi moderasi beragama, adanya di ranah ajaran agama yang universal ini, karena kita semua sepakat tentang hal itu. Untuk ajaran yang bersifat partikular, kita harus toleransi terhadap perbedaan tersebut," lanjutnya.
Ulil menjelaskan, moderasi beragama tidak bermakna kalau tidak ada pertemuan antarumat beragama. Moderasi beragama lebih bermakna dengan adanya pertemuan yang diisi oleh nilai-nilai partikular dari seluruh agama.
“Ruang tengah tidak bermakna kalau tidak ada ruang kamar yang diisi umat beragama dengan nilai partikularnya masing-masing,” tutupnya.
Festival Moderasi Berbasis Seni Keagamaan yang dilaksanakan di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta itu diikuti oleh unit eselon 1 di Kemenag. Salah satunya Ditjen Bimas Islam ikut memeriahkannya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



