Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengatakan moderasi beragama merupakan bagian penting dari peta jalan nasional yang berperan dalam pembentukan karakter kebangsaan.
"Sebagai bagian penting pembentukan karakter bangsa, tentu hal ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama, namun juga melibatkan berbagai instansi dan lembaga terkait," ujar Fuad usai mengikuti acara Rapat Pembahasan Penguatan Moderasi Beragama yang digelar oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, bertempat di Hotel Aston Grogol, Jakarta pada Selasa (18/5).
Fuad mengungkapkan salah satu strategi sosialisasi program moderasi beragama yakni dengan melibatkan para petugas di Kantor Urusan Agama (KUA) daerah sebagai garda terdepan pelayanan publik.
"Pada skala mikro, sosialisasi sudah berjalan dengan revitalisasi layanan KUA, program ekonomi umat, dan itu akan memperkuat ekosistem dari implementasi moderasi beragama," imbuhnya.
Fuad menyampaikan program moderasi beragama juga menjadi tanggung jawab bagi sejumlah kementerian dan lembaga lainnya sehingga perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik.
"Ini merupakan suatu langkah awal agar dapat dipahami bagi masyarakat. Peta jalan moderasi beragama ini agar nantinya juga melekat dengan tugas dan fungsi di kementerian dan lembaga terkait," tutupnya.
Acara ini turut mengundang sejumlah stakeholder pemerintahan seperti Kemendagri, Kemenkeu, Kemenko PMK, Bappenas, dan BNPT. Hadir pula menjadi pembicara Tim Pakar Program Bina Keluarga Sakinah, Alissa Wahid dan Kapuslitbang Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Muhammad Adlin Sila.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



