Pati, Bimas Islam – Moderasi beragama sudah diterapkan masyarakat Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan sangat terlihat dalam kehidupan masyarakatnya, meski dalam perbedaan agama.
Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Pati, Muhammad Alimin kepada wartawan Bimas Islam, Minggu (16/7/2023).
“Moderasi beragama bisa dilihat dalam keseharian mereka. Jargon agree in disagreement betul-betul ada di sini. Setuju dalam perbedaan dan nyaman dalam keragaman bisa dilihat dalam keseharian,” ujarnya.
Alimin mengungkapkan, kebersamaan masyarakat Desa Jrahi tak hanya berlangsung selama hidup, tetapi juga sampai menutup mata. “Kita lihat juga kebersamaan mereka tidak hanya ketika masih hidup tapi, pada saat meninggal, makamnya pun berada dalam satu komplek yang sama,” ujarnya.
Alimin menyebut, terpilihnya Desa Jrahi sebagai Kampung Moderasi Beragama didasari oleh kenyamanan masyarakatnya menjalani hidup berdampingan dalam keragaman.
“Lingkungan makam yang di dalamnya ada banyak agama, membuktikan satu poin bahwa mereka menerima keragaman dengan nyaman. Karenanya, kita tetapkan menjadi Kampung Moderasi Beragama,” ungkapnya.
Untuk diketahui, masyarakat Jrahi berada di ketinggian lereng anak Gunung Muria. Mereka hidup dari hasil bertani. Masjid, Gereja, dan Wihara berdampingan menggambarkan kemajemukan yang dirawat dengan toleransi dan persaudaraan.
Ba/Mr



