Semarang --- Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta'in Ahmad mengungkapkan perlu adanya inovasi dalam menerapkan moderasi beragama di era teknologi digital. Hal ini disampaikan oleh Musta’in saat mengisi acara talkshow yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Kemenag Jateng bertajuk 'Inspirasi Moderasi Beragama' pada Kamis (18/3).
"Kemajuan dan kecepatan zaman akan memunculkan banyak hal-hal yang tidak pasti serta dinamis, maka dari itu kita perlu memiliki landasan yang kokoh supaya kita tidak mudah tergoyahkan," papar Musta'in.
Musta’in mengungkapkan masyarakat harus mempunyai fondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang sangat majemuk. Fondasi tersebut adalah rasa cinta tanah air serta berketuhanan Yang Mahaesa.
"Mau tidak mau kita harus maju mengikuti perkembangan zaman namun tetap memiliki pendirian yang kuat dengan pemahaman moderasi beragama," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Provinsi Jateng, Akhsan Fauzi menyampaikan di era digital saat ini upaya menanamkan pemahaman keagamaan yang moderat bisa dilakukan dengan platform media sosial.
"Bicara tentang moderasi agama, sejak dini harus ditanamkan pada diri sendiri, maka pemanfaatan medsos pun juga untuk penyampaian pesan baik tentang moderasi agama,” ungkap Akhsan.
Akhsan berharap jika Provinsi Jawa Tengah mampu menggaungkan resonansinya perihal moderasi agama ini, maka juga mampu membangkitkan wilayah lain terkait program serupa.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



