Jakarta, Bimas Islam --- Moderasi beragama di Indonesia memiliki fungsi yang sangat fundamental. Sikap beragama yang mengedepankan prinsip toleransi ini diperlukan karena, Indonesia merupakan negara yang paling majemuk di dunia.
“Moderasi beragama adalah salah satu bentuk investigation of the foundation of the religion. Dalam konteks Indonesia yang sangat majemuk ini, moderasi beragama menjadi sangat fundamental,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin, di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021).
Dengan kemajemukan tersebut, lanjut Kamaruddin, isu kerukunan antar umat beragama adalah hal yang penting. Moderasi beragama, kata Kamaruddin, merupakan jalan tengah untuk mencapai kerukunan beragama.
“Isu yang paling fundamental di Indonesia adalah isu kerukunan beragama, isu tentang management of diversity. Moderasi beragama adalah sebuah instrumen yang relevan untuk mengatasi persoalan atau tantangan yang sangat luar biasa tersebut,” ujarnya.
Kamaruddin menambahkan, setiap warga negara sejatinya juga harus memahami agamanya masing-masing agar tercipta kehidupan beragama yang semakin baik di Indonesia.
“Setiap kita, apa pun agamanya harus melakukan investigasi fundamental terhadap pondasi agama sendiri. Seorang muslim harus paham agamanya dengan benar, kristiani juga demikian. Semua penganut agama harus memahami agamanya,” tandas Kamaruddin.
(Fadly)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



