Batang, Bimas Islam --- Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad mengatakan, moderasi beragama merupakan warisan para ulama. Untuk itu, dia meminta jajarannya untuk tidak berhenti menyosialisasikan moderasi beragama.
”Moderasi beragama merupakan warisan para ulama, sehingga wajah beragama kita menjadi tampak sebagaimana ketika agama itu pertama kali lahir,” kata Musta’in dalam sambutanya pada pembukaan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Batang, Rabu (15/6).
Dalam acara yang digelar Kantor Kemenag Batang ini, Musta’in menjelaskan, moderasi beragama merupakan sikap dan perilaku beragama untuk menguatkan komitmen kebangsaan serta menerima perbedaan.
“Dalam agama Islam ada berbagai pandangan, kelompok, maupun organisasi. Dalam agama lain juga begitu. Antara satu agama dengan agama yang lain pasti memiliki perbedaan. Tugas kita adalah mengelola perbedaan itu dengan saling menghormati,” katanya.
Dia menegaskan, sebagai warga negara dan umat beragama, tak perlu risau terhadap perbedaan. Sebab, menurutnya, perbedaan merupakan rahmat. ”Salah satu tanda bahwa sebuah bangsa telah beranjak dewasa adalah mereka yang bisa hidup bersama orang yang tidak sama,” tuturnya.
Musta’in berharap keberlangsungan moderasi beragama terus dikuatkan, sehingga nilai-nilai ajaran agama bisa berjalan dengan baik. “Setidaknya ada empat ciri moderasi beragama yang harus terus dipupuk yaitu toleran, menerima perbedaan, antikekeraran, dan menerima kearifan lokal,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



