Kota Tegal, Bimas Islam --- Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) terus dipantau pelaksanaannya. KUA diharapkan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak ada aduan masyarakat (Dumas).
"Berikan pelayanan prima pada masyarakat dengan perspektif moderasi beragama. Jangan pernah ada dumas," pinta Kepala Seksi Bina Kepenghuluan Wilayah I Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Insan Khoirul Qolbi di KUA Tegal Barat, Selasa (26/10/21).
Dalam monitoring dan evaluasi tersebut, Insan yang membawa mandat dari Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Muhammad Adib menyampaikan, aduan masyarakat merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya revitalisasi KUA.
"Sekali saja ada dumas akan langsung diketahui oleh Pusat karena informasi sekarang berjalan sangat cepat," tambahnya.
Di depan jajaran KUA Tegal Barat, Insan juga mengingatkan, aduan masyarakat tidak hanya terkait pungli atau gratifikasi, tetapi juga terkait ekspresi saat memberikan layanan.
"Aduan masyarakat tidak selalu terkait pungli dan gratifikasi, tetapi meliputi suara dan sikap saat memberikan layanan. Berikan pelayanan prima dengan ekspresi dan nada bahasa yang lembut dan santun serta jelas," tambahnya.
"Saling mengingatkan kepada semua petugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas pria asal Sumatera Utara ini.
Saat melakukan monitoring, Insan didampingi Penghulu KUA Tegal Barat, Ali Murtadho dan Plh. Kepala KUA Tegal Barat, Nurkhodirin.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



