Jakarta, Bimas Islam – Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin memotivasi mahasiswa/i peserta kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah pada Selasa (4/7/2023), dengan kisah sukses alumni Harvard Business School. Setelah 18 tahun meninggalkan Harvard Business School, para alumninya telah mencapai puncak karier di berbagai bidang profesi, seperti CEO dan direktur di sejumlah lembaga keuangan internasional.
Dirjen mengungkapkan, ada kisah menarik di balik kesuksesan alumni Harvard Business School sehingga mampu mencapai puncak kariernya. Ada tiga kesamaan yang mereka miliki.
“Pertama, mereka adalah para pemimpi yang memiliki visi. Hari pertama menginjakkan kaki di Harvard Business School, mereka sudah memiliki blue print dalam 5,10, 15 dan 20 tahun ke depan akan melakukan apa, dan mereka hanya melakukan itu saja. Segala hardskill dan softskill yang dibutuhkan, dilaksanakan sepenuhnya untuk mewujudkan mimpinya itu,” tutur Dirjen.
Kamaruddin membayangkan jika peserta kegiatan lokalatih ini, misalnya, bisa menjadi ketua Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia yakin, ke depan, ketika tingkat awareness masyarakat tentang zakat, infak, dan wakaf meningkat, peserta lokalatih ini akan menjadi CEO amil zakat tersebut.
“Saya dengan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf ingin menjadikan amil sebagai profesi yang dihargai, dihormati, terhormat, berkelas, dan bermartabat. Tidak kalah dengan bankir atau profesi lainnya,” ujar Kamaruddin.
“Kedua, mereka memiliki komunikasi sosial yang bagus. Memiliki jaringan di mana-mana. Jaringan (sahabat, teman) merupakan aset dan modal sosial yang sangat penting dalam meniti karier. Tidak boleh menjadi mahasiswa yang belajar jurusan saja (hardskill), softkillnya juga harus dikembangkan, dengan komunikasi sosial yang baik,” imbuhnya.
Di samping memiliki artikulasi yang bagus, terang Dirjen, anak muda harus memiliki personalitas yang menarik, terbuka, dan mudah bergaul untuk terjun ke masyarakat.
“Ketiga, semuanya istrinya cuma satu. Artinya menjaga keutuhan rumah tangga. Itu terkait dengan integritas dan amanah. Kalau keluarga saja tidak bisa dihandle dengan baik, bagaimana menghandle perusahaan besar,” tegasnya.
Kamaruddin berharap, dengan cerita alumni Harvard Business School tersebut, generasi muda Indonesia bisa terinspirasi untuk bercita-cita besar memaksimalkan potensi keuangan Islam atau filantropi Islam dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Ba/Mr
*Fotografer: Budi Ayani
*Fotografer: Budi Ayani



