Sofifi, Bimas Islam!--- Untuk kali kedua, Muhammad Rafli, peserta asal kafilah Provinsi Gorontalo menjadi finalis pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Cabang Hafalan Hadits. Kali ini, Rafli mendapatkan kesempatan itu pada STQH Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara.
Rafli yang sempat merasakan menjadi finalis pada STQHN di Pontianak tahun 2019 itu terlihat bahagia usai menjalani ujian untuk cabang Hafalan 100 Hadits dengan sanad. Pada kesempatan itu, Rafli sukses melewati pertanyaan dewan hakim dengan lancar.
Kepada bimasislam, Rafli mengaku bersyukur bisa kembali menjadi finalis pada event dua tahunan itu. Menurut dia, menjadi finalis dua kali berturut-turut bukan hal yang mudah, sebab peserta dari provinsi lain juga mempersiapkan diri lebih matang.
"Alhamdulillah, ini kali kedua saya menjadi finalis STQH untuk cabang Hafalan Hadits. Pada event sebelumnya, saya memperoleh juara 2," kata Rafli membuka ceritanya usai tampil di Aula Alwi Salim Al Hadar Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Kamis (21/10).
Dalam mempertahankan hafalannya, Rafli mengaku banyak mengorbankan waktunya untuk mengulang hadits yang telah ia hafal. Baginya, menyempatkan waktu untuk menghafal adalah hal yang utama.
"Mempertahankan hafalan itu sulit. Apalagi ini hadits bersama sanadnya. Jika menghafal Al-Qur'an sudah mendapat jaminan mudah untuk dihafal, sementara hadits tidak ada jaminannya. Jadi intinya istikamah mengulang hafalan setiap harinya," kata Rafli.
Rafli menjadi satu-satunya perwakilan kafilah Provinsi Gorontalo yang bisa melaju hingga babak final pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara. Ia harus bersaing dengan perwakilan dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



