Bogor, bimasislam-- Bimas Islam harus meningkatkan disiplin pegawai jika akselerasi Reformasi Birokrasi ingin berhasil dengan baik. Saat pertama kali saya dilantik jadi Sekretaris, satu langkah pertama yang saya lakukan adalah meningkatkan disiplin pegawai. Semua eselon 3 harus absen di ruangan saya. Setelah beberapa lama berjalan akhirnya disiplin pegawai Bimas Islam meningkat". Demikian dikatakan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, saat memberikan materi pada kegiatan Capacity Building pegwawai eselon 4 Bimas Islam Pusat di hotel 101, Bogor (26/7).
Selain disiplin, Amin mengingatkan perlunya pegawai agar cermat bekerja, tidak menunda-nunda pekerjaan, dan memiki komitmen agar pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan hasil yang baik.
"Dalam bekerja jangan biasakan menunda tugas yang seharusnya dapat dibereskan segera. Kebiasaan lama menunda kegiatan, yang bikin repot dan sibuk di bulan ber ber itu harus ditinggalkan. Usahakan memiliki vitalitas bekerja sepanjang waktu, jangan hanya di akhir-akhir tahun yang bikin orang gak pulang-pulang", katanya dengan semangat tinggi.
Ia juga berharap agar kegiatan Capacity Building seperti ini benar-benar diikuti dengan baik, karena bagian dari upaya Bimas Islam meningkatkan skill pegawai.
Sementara itu, Kabag Ortapeg dan Hukum, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan keniscayaan untuk meningkatkan profesionalisme ASN seiring dengan dinamika tuntutan publik yang semakin dinamis.
"Menteri Kemenpan RB pernah menyampaikan bahwa 64 persen ASN di Indonesia hanya memiliki kemampuan teknia adminiatratif. Oleh dia dibahasakan hanya jadi juri ketik. Inilah urgensinya kegiatan ini agar para pegawai, khususnya pejabat eselon 4 dan calon eselon 4 ini memiliki skill tinggi. Memiliki visi yang jelas dan memiliki mimpi besar untuk melayani masyarakat", ungkapnya.
Menurutnya, di Bimas Islam sudah mulai terbangun budaya kerja yang bagus, tingkat disiplin yang makin meningkat, dan hasil yang cukup baik. Namun, perlu terus didorong agar kinerjanya semakin berkualitas melalui program-program peningkatan skill.
"Di Bimas Islam itu budaya kerja sudah mulai bagus. Makanya Bagian Ortapeg dan Hukum berkepentingan untuk terus mengupgrade skill pegawai lebih maju, lebih profesional dan memiliki akuntabilitas publik dalam bekerja", katanya.
Kegiatan yang diikuti oleh 60 pegawai, terdiri dari pejabat eselon 4 dan pegawai pelaksana yang memiliki kualitas tertentu. Rencananya kegiatan yang dilaksanakan dengan menggandeng konsultan SDM, Values Activation, ini akan dilaksanakan dalam tiga gelombang, yaitu untuk pejabat setingkat eselon 4, eselon 3, dan juga tingkat pelaksana.
(Thobib Al-Asyhar/bimasislam)



