Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kementerian Agama, Muhibuddin, menghadiri Public Expose bertema 'Mandiri dan Tumbuh bersama Ekosistem Kebaikan Zakat' yang digelar Lembaga Amil Zakat (LAZ) Mandiri Amal Insani (MAI) di Jakarta, Jumat (24/03/2023).
Dalam sambutannya, Muhibuddin mengatakan, kolaborasi dan sinergi yang menjadi kesimpulan Rapat Koordinasi Zakat Nasional Februari lalu, akan ditindaklanjuti oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan seluruh LAZ se-Indonesia, termasuk LAZ MAI.
“Sinergi dan kolaborasi adalah ajaran Islam yang harus terus digerakkan dalam penyaluran dan pemberdayaan zakat, dampaknya akan lebih besar dibanding berjalan sendiri-sendiri,” ungkap Muhibuddin.
Dikatakan Muhibuddin, Kementerian Agama telah menginstruksikan kepada Kantor Wilayah untuk mengawal kolaborasi dan sinergi pengelolaan zakat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Sehingga, pengelolaan zakat yang baik dapat terlaksana di seluruh daerah.
“Misalnya, kolaborasi penyaluran pada masjid di lingkungan pabrik, terminal maupun fasilitas umum seperti LAZ A renovasi sanitasi. LAZ B, pemberian mukena dan sarung. LAZ C, pemberian honorarium takmir. Contoh kolaborasi ini menjadi opsi konkret yang dapat dilaksanakan secara cepat dan terbukti,” ucap Muhibuddin.
Acara Public Expose gagasan LAZ MAI ini juga dihadiri perwakilan BAZNAS, LAZ, pimpinan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Mandiri, pimpinan Yayasan LAZ Mandiri Amal Insani, dan jajaran pimpinan Bank Mandiri.
Fn/Mr



