Bogor, Bimas Islam -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis mengimbau dai muda untuk aktif berdakwah di media sosial (medsos). Hal ini perlu dilakukan mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas sudah melek digital.
"Di zaman sekarang, dakwah di media sosial itu mudah dicerna, singkat dan padat, sehingga pesan mudah sampai," ujar Kiai Cholil ketika ditemui usai menjadi narasumber Bimtek Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III di Bogor, Selasa (30/11).
Menurut Kiai Cholil, dai muda dalam berdakwah harus aktif. Seorang dai harus menjadi fail (subjek) bukan maf'ul (objek). Melalui keaktifan tersebut, ia berharap semakin banyak konten-konten dengan narasi yang baik.
"Tentunya dai-dai muda ini jangan menunggu diundang. Dia harus menjadi fail, bukan jadi maf'ul. Jadi dia bisa membuat konten sendiri, kreativitas sendiri tanpa menunggu orang yang mengundang," tuturnya.
Meski demikian, Kiai Cholil tetap menyarankan dai muda untuk memperdalam ilmu agama, sehingga yang disampaikan sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimilikinya.
"Tapi dai muda ini harus pastikan keilmuannya kepada ulama. Kemudian dikreasi dengan pola yang telah disusun sehingga nantinya mudah diterima oleh masyarakat," kata Kiai Cholil dalam kegiatan yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama itu.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



