Bogor, Bimas Islam --- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk menyampaikan kritik dengan bijak. Kritik yang disampaikan dengan bijak akan menciptakan perdebatan yang sehat.
Hal itu disampaikan Ketua MUI, KH Cholil Nafis dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam (Ditpenais) Kemenag di Bogor, Selasa (30/11).
"Orang pintar pasti kritis. Perbedaan pendapat itu sah-sah saja, kritik boleh, tapi jangan sampai memaki-maki, sampaikan dengan bijak," ujar Kiai Cholil.
Kiai Cholil menjelaskan, kritik yang dimaksud adalah kritik kepada siapa pun, termasuk kepada pemerintah atau kepada lembaga-lembaga dan ormas keagamaan. Menurunya, kritik berbeda dengan membangkang.
"Jangan karena berbeda pendapat terus dianggap menentang pemerintah. Silakan saja berbeda pendapat, menyampaikan kritik, tapi jangan sampai membangkang terhadap NKRI. Ini dua hal yang berbeda," kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah ini.
Untuk mencegah tumbuhnya kelompok yang membangkang, Kiai Cholil mengajak dai-dai muda untuk aktif berdakwah menyebarkan paham moderat lewat berbagai cara, salah satunya melalui media sosial.
"Dai-dai muda ini masih enerjik, harus kreatif dalam berdakwah, menyampaikan hal-hal positif, tidak ekstrem kanan tidak juga ekstrem kiri, harus di tengah-tengah, Islam wasathiyah," katanya.
Bimtek Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III yang merupakan bagian dari kegiatan Kemah Moderasi bertema 'Mengusung Moderasi Mencipta Harmoni' ini diikuti oleh dai-dai muda berusia di bawah 40 tahun.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



