Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Muktamar Nasional ke-25 Rabithah Alawiyah di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (3/12/21).
Sebagai bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa sejak era sebelum dan setelah perjuangan, Dirjen berharap Rabithah Alawiyah terus istikamah dalam membangun negeri.
"Banyak peran yang telah disumbangkan bagi bangsa dan negara. Muktamar Nasional ke-25 tahun ini semoga semakin meneguhkan langkah Rabithah Alawiyah dalam berkiprah untuk bangsa dan negara," harap Dirjen.
Dirjen menambahkan, Indonesia diberi dua kekayaan. Pertama, kekayaan alam yang melimpah ruah dari Sabang sampai Merauke. Kedua, kekayaan budaya, bahasa, dan agama yang menjadikan Indonesia sebagai role model dalam mengelola keragaman.
"Harmoni Indonesia adalah identitas bangsa yang harus tetap kita jaga. Ada banyak bangsa di dunia yang terjerembab dalam kubangan konflik, sengketa, dan bahkan peperangan akibat ketidakmampuan dalam mengelola keragaman," tambahnya.
Namun di Indonesia, lanjut Dirjen, keragaman berhasil disikapi dengan bijak sehingga melahirkan harmoni kehidupan yang indah. "Indonesia ternyata sanggup dan berhasil meramu keragaman itu menjadi harmoni," ungkapnya.
Hal itu terjadi lantaran adanya komunikasi dan sinergi terus menerus yang dijalin ormas dan negara sebagai salah satu wujud kesadaran komitmen kebangsaan berbingkai moderasi bergama.
"Terus jalin persahabatan dan kerja sama serta menjaga kerukunan antarumat beragama dalam ikatan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah dalam bingkai NKRI," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



