Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M.Fuad Nasar mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama atas terselenggaranya Muktamar ke-34 NU tahun 2021. Dalam Muktamar di Lampung tersebut telah terpilih K.H. Miftachul Achyar sebagai Rais Aam PBNU dan K.H. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021-2026.
"Semoga Nahdlatul Ulama terus memberikan kontribusinya terhadap pembangunan umat, bangsa, dan negara, serta memelihara ukhuwah di tengah keragaman bangsa sesuai khitah yang ditempuh para ulama pendahulu. Sesuai namanya yang berarti kebangkitan ulama, semoga terus mewarisi semangat kebangkitan ulama yang tangguh dan visioner dalam mengemban tugas membina dan melayani umat bersama-sama dengan ormas Islam lainnya," ujar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (24/12/2021).
Fuad menyatakan, ormas-ormas Islam mempunyai tugas besar untuk mengaktualisasikan misi keislaman dan kebangsaan, serta menemukan jawaban yang tepat terhadap masalah-masalah kontemporer yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan nasional dan global.
"NU sebagai organisasi Islam telah teruji dengan pengalaman sejarah sebagai gerakan agama dan sosial dan bahkan pernah mengalami dinamika sebagai partai politik era 1950-an sampai awal 1970-an. Spirit keagamaan dan kebangsaan yang telah membesarkan NU di masa lalu sejalan dengan khitah 1926 harus selalu dijadikan sumber inspirasi dan pembentuk wawasan segenap warga NU ketika berhadapan dengan realitas kekinian," papar Fuad.
Oleh sebab itu, lanjut Fuad, warga NU perlu senantiasa memelihara khitah organisasinya yang didirikan oleh K.H. Hasyim Asy’ari bersama K.H. Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1926 itu. Salah satu kekayaan besar umat Islam Indonesia yang tidak dimiliki umat Islam di negara lain yakni memiliki organisasi keagamaan yang cukup banyak dengan beragam corak tradisi, namun satu akidah dan tujuan, yang semuanya memberi kontribusi besar bagi kehidupan nasional kita.
"Negara berhutang jasa kepada ormas-ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Sarekat Islam, Al-Irsyad, Mathlaul Anwar, PUI, Tarbiyah Islamiyah/Perti dan lainnya sebagai benteng persatuan yang terpercaya, mitra strategis dalam pembangunan bangsa dan tempat umat menemukan panutan moral," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



