Aceh Utara, Bimas Islam -- Murhaban, Penyuluh Agama Islam (PAI) Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara berhasil masuk nominasi terbaik PAI Award Tahun 2023 dengan kategori Metode Penyuluhan Baru. Selanjutnya, Murhaban akan mengikuti seleksi tahap kedua tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada 7-10 Agustus 2023 mendatang.
Sepak terjang Murhaban pada kegiatan kepemudaan dan keagamaan dikenal sangat aktif dan kreatif. Di desa, ia mengisi pengajian rutin mingguan, lomba gebyar Ramadan, diskusi rutin keagamaan dan kepemudaan, serta turnamen sepak bola tahunan. Kiprahnya pun berbuah manis, ia dinyatakan lolos sebagai PPPK Ahli Pertama PAI tahun 2023.
Sebelumnya, di tahun 2017, Murhaban mengabdikan dirinya sebagai PAI non-PNS. Di tengah pengabdiannya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Ormas Islam Tastafi tahun 2019-2022 dan Ketua Pemuda Aceh tahun 2019-2022.
Selain itu, Murhaban juga aktif menjadi pengurus di BKM dan Remaja Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Remaja Masjid Haji Muhammad Hanafiah Gampong Ranto Lhoksukon, Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Lhoksukon, Aliansi Santri Antar Dayah (ASAD), Bendahara PC Pergunu Aceh Utara, GP Ansor Aceh Utara, Forum Dai Millenial (FDM), Tadzkiratul Ummah Aceh, HKTI Aceh Utara, PWRI Aceh Utara, SAPMA Pemuda Pancasila Aceh Utara, Kabid Humas DPD BKPRMI Aceh Utara, dan Kabid Humas PC RTA Aceh Utara.
Murhaban juga mendirikan Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara pada tahun 2022, serta menginisiasi pembentukan lembaga Pemuda Pemudi Peduli Anak Yatim (P3Y) Gampong Asan LB. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap pemuda untuk mengurangi dampak dari kegiatan negatif seperti kecanduan terhadap game online, serta chip higs domino yang marak saat itu.
Berdakwah di Kafe
Alumni Dayah Darul Huda Lueng Angen ini menyebut, profesinya sebagai PAI adalah jalan dakwah. Hal itu ia buktikan dengan aktif memberi bimbingan dan edukasi kepada jemaahnya di Dayah dan balai pengajian.
“Tak sekadar dakwah, tapi saya mengemas metode dakwah melalui pemanfaatan perangkat digital. Misalnya, saya membuat flyer yang didesain lalu disebarkan melalui medsos, video inspirasi dan religi yang diunggah melalui kanal YouTube, serta artikel atau opini yang dimuat ke media online,” papar Murhaban kepada wartawan Bimas Islam, Sabtu (5/8/2023).
Tak hanya itu, Murhaban juga aktif berdakwah di warung kopi atau kafe, seperti ceramah saat menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan.
“Kegiatan itu saya beri nama Kajian Millenial. Itu digagas dan terlaksana sejak tahun 2021 hingga saat ini sekaligus menjadi metode penyuluhan baru di era modern,” jelasnya.
Berkat kreativitasnya itu, Kajian Millenial yang digelar di Kafe menjadi tren baru yang memberi dampak positif secara luas kepada masyarakat.
“Merubah suasana kafe menjadi lebih educated, jadi bukan hanya sekedar tempat nongkrong, tapi berfungsi sebagai tempat kajian keagamaan,” pungkas Murhaban.
An/Wcp



