Jakarta, Bimas Islam --- Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi yang spesial bagi Kerajaan Arab Saudi. Salah satu buktinya, Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat nasional tahun 2021 hanya dilangsungkan di Indonesia.
"Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tahun 2021 ini hanya ada di Indonesia, tidak ada di negara lain. Karena Indonesia punya tempat strategis bagi Arab Saudi. Kedua negara punya ikatan kuat baik ikatan aqidah maupun sejarah," ungkap Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi di kantornya, Jalan Banyumas, Menteng, Jakarta, Senin (22/2/21).
Syeikh Ahmed berharap, musabaqah yang rencananya akan dilangsungkan pada 22-25 Maret 2021 ini berjalan dengan sukses dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Semoga musabaqah menjadi sumbangsih besar sebagai bentuk upaya menjalin hubungan yang erat antara dua negara. Kita membawa nama besar dua negara. Ini merupakan khidmah untuk kedua bangsa dan umat Islam. Semaksimal mungkin kita tingkatkan musabaqah ini agar lebih baik dari tahun sebelumnya," tambah Syeikh Ahmed.
Dalam kesempatan tersebut, Syeikh Ahmed secara khusus mengucapkan terimakasih kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta seluruh jajaran di Kementerian Agama yang merupakan mitra dari Atase Agama Kedubes Arab Saudi dalam menghelat MHQH Pangeran Sultan bin Abdul Azi Alu Su'ud tingkat nasional yang ke-13.
Hadir dalam rapat koordinasi panitia bersama Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Sekretaris Atase, Al-Baraq Al-Ameer, Analis Kebijakan Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag, Helmi Saltian dan Kasi Pengembangan Tilawah Al-Qur'an dan Hadits, Ali Sibromalisi.
(Pirman)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



