Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak rakyat Indonesia untuk mendoakan yang terbaik bagi para awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang telah hilang di perairan Bali sejak Rabu (21/4) lalu.
"Kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402, telah dinyatakan tenggelam, meski upaya pencarian masih terus dilakukan. Semoga Allah Swt mengampuni dan menerima para prajurit terbaik TNI AL yang gugur dalam melaksanakan tugas latihan patroli laut dalam keridhaan-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan menerima takdir dan ujian-Nya," papar Fuad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (24/4).
Fuad berpendapat wilayah kepulauan Indonesia sebagai negara maritim memiliki lautan dan lintas samudera paling berbahaya di dunia. Fakta semacam ini, semestinya tidak untuk dikaitkan dengan kepercayaan mistik.
"Dalam hubungan ini, tidak ada kekuasaan dan kedigdayaan baik di darat, di laut, maupun di udara melebihi kemahakuasaan Allah SWT," imbuhnya.
Fuad menambahkan peristiwa ini menjadi alarm agar memperhatikan strategi pertahanan maritim dalam konteks yang lebih luas. Tantangan pertahanan, keamanan, dan keselamatan laut Indonesia, selain alutsista (alat utama sistem senjata), juga menyangkut ekosistem, seperti teknologi militer yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.
"Selain itu, perihal sistem pertahanan, keamanan, dan keselamatan laut secara terpadu serta keunggulan kurikulum studi kemaritiman, juga harus dimiliki bangsa Indonesia sesuai tantangan zaman dan pergolakan dunia dewasa ini," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



