Sintang, Bimas Islam — Di tengah teriknya matahari yang merambat pelan, suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Sintang Kalimantan Barat justru dipenuhi semarak kebahagiaan. Tawa keluarga, suara ijab kabul, dan denting kamera dari fotografer lokal berbaur membentuk mozaik peristiwa sakral: pernikahan. Sejak awal Mei hingga pertengahan bulan ini, tercatat lebih dari 30 pasangan melangsungkan akad nikah di KUA Sintang.
Kepala KUA, Mursi, menyampaikan, jumlah tersebut meningkat secara signifikan setelah Lebaran. “Rata-rata ada empat hingga delapan calon pengantin setiap harinya,” ujar Mursi di Sintang, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, momentum pasca Lebaran Idulfitri maupun menjelang Iduladha kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menikah. Selain karena faktor budaya dan kekerabatan, kemudahan layanan administrasi turut mendorong tingginya angka pernikahan.
KUA Sintang, yang juga melayani Kecamatan Tempunak, nyaris tak pernah sepi. Di halaman kantor, anak-anak berlarian di sela tamu yang berdatangan. Para tetua membisikkan doa-doa, sementara pasangan pengantin bersiap mengikrarkan janji suci. Gaun tradisional berpadu dengan busana modern, menciptakan nuansa khidmat sekaligus meriah.
Bagi warga Sintang dan Tempunak, KUA bukan hanya lembaga pencatat pernikahan, melainkan ruang spiritual yang menandai awal kehidupan rumah tangga. “Kami mendaftar melalui SIMKAH. Prosesnya cepat, tinggal datang untuk verifikasi, lalu langsung akad. Pelayanannya ramah,” ungkap Siti Nuraini, pengantin asal Tempunak.
Kehadiran sistem layanan digital dan transparansi biaya semakin memperkuat kepercayaan masyarakat. Tak hanya mencatat data, KUA turut menjadi penjaga nilai dan budaya. Fenomena ramainya pernikahan di masa pasca dan pra Lebaran menggambarkan eratnya hubungan antara tradisi lokal dan syariat agama.
Peristiwa ini bukan semata urusan administrasi, melainkan cermin dinamika sosial. Di tengah gempuran budaya digital, institusi pernikahan tetap menjadi jangkar moral yang mempersatukan. Keramaian di KUA Sintang ibarat hujan pertama di musim kemarau, menyejukkan dan memberi harapan.
Fn/Mr



