Badung, Bimas Islam -- Pemeluk agama Islam di Bali merupakan minoritas. Namun, hal tersebut tak menjadi kendala bagi pengelola zakat dalam pengumpulan zakat. Pengumpulan dan pendistribusian zakat terus berjalan dengan optimal.
Hal itu disampaikan Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Bali, Abu Siri di sela kegiatan Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat di Provinsi Bali dan NTB di Badung, Rabu (12/7/2023).
“Perbedaan agama di sini tidak menjadi kendala terhadap pengumpulan zakat. Pengumpulan zakat berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya kepada wartawan Bimas Islam.
Abu Siri menyebut, meski dana yang terkumpul lebih sedikit dibanding daerah lain, pengelolaan zakat bisa dilakukan dengan baik.
“Pengelolaan zakat di Provinsi Bali berjalan dengan baik, walaupun pengumpulannya masih kecil karena memang umatnya sedikit, berbeda dengan di daerah-daerah lain yang jumlah masyarakat muslimnya banyak,” ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi kegiatan Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat di Provinsi Bali dan NTB di Badung yang digelar selama tiga hari Rabu-Jumat (12-14/7/2023).
“Kegiatan ini sungguh bagus. Kalau bisa, kegiatan ini terus dikembangkan ke konsep yang lebih baik, terutama terkait dengan akreditasi dan audit Syariah,” tuturnya.
“(Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat) ini penting untuk memberi layanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat percaya pada BAZNAS dan LAZ,” pungkasnya.
Ba/Mr
*Fotografer: Budi
*Fotografer: Budi



