Yogyakarta, Bimas Islam --- Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abdullah Alkholis mengatakan, perpustakaan digital atau Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) yang dikembangkan Kemenag mempunyai segudang manfaat.
Hal tersebut disampaikan Alkholis saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Bagi Penghulu, Penyuluh KUA Revitalisasi se-Provinsi DI. Yogyakarta di Hotel Grand Mercure, Senin (20/6).
“Elipski mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya berisi buku-buku keagamaan, masyarakat juga akan menerima informasi seputar cara mengajukan bantuan kepustakaan,” kata Alkholis dalam kegiatan yang digelar Direktorat Urais dan Binsyar Kemenag ini.
“Untuk mengajukan bantuan buku keagamaan, masyarakat atau pengurus perpustakaan masjid harus mengenal Elipski,” tambahnya.
Manfaat lainnya, lanjut Alkholis, pengurus perpustakaan masjid bisa mengajukan bantuan dana untuk peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan masjid. Saat ini, kata dia, surat rekomendasi tidak lagi harus melalui Kemenag Kabupaten/Kota, tetapi bisa melalui KUA terdekat.
“Silakan KUA mengeluarkan rekomendasi, tetapi harus diverifikasi perpustakaan masjidnya. Tugas para penyelenggara KUA melakukan verifikasi apakah betul ada perpustakaan masjid, ada tata kelolanya, ada sumber daya pengurusnya. Ini perlu diverifikasi agar tepat sasaran,” jelasnya.
Karenanya, Alkholis mendorong penyelenggara KUA untuk terlibat dalam menyosialisasikan Elipski pada masyarakat. “Kami mendorong KUA untuk aktif menyosialisasikan kepada masyarakat. Kami yakin info yang terdapat di dalam Elipski sangat membantu,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



