Jakarta, Bimas Islam --- Subkoordinator Pengendalian Mutu Naskah Agama dan Keagamaan Islam Kementerian Agama, Nur Rahmawati menyampaikan pentingnya milenial mempunyai minat membaca yang tinggi. Menurutnya, membaca merupakan sarana untuk menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks.
Hal ini disampaikan Nur Rahmawati saat menjadi narasumber Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) episode 168 bertajuk ‘Menarik Minat Baca Milenial di Era Digital’ yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag dan disiarkan melalui kanal Youtube Bimas Islam TV, Rabu (7/9).
“Milenial dan generasi Z penting mempunyai minat baca yang tinggi. Apalagi membaca merupakan sarana dalam menghadapi tantangan era digital seperti saat ini,” ujar Nur Rahmawati.
Hanya saja, ungkap Nur, minat baca milenial dan generasi Z masih perlu ditingkatkan. Menurut survei Consumer & Media View terkait minat baca pada milenial dan generasi Z menunjukan, tingkat minat baca tidak lebih dari 11 persen.
“Survei yang dilakukan pada 2016 lalu di 11 kota di Indonesia ini justru hasil tertinggi menunjukkan olahraga dan menonton televisi. Kita berharap, milenial dan generasi Z semakin minat dalam membaca, apalagi saat ini buku-buku dalam bentuk digital sudah mudah ditemui,” tuturnya.
Nur Rahmawati menambahkan, untuk meningkatkan minat baca, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, kata dia, dimulai dengan membaca buku yang berkaitan dengan cita-cita. Kedua, menyibukkan diri dengan pendidikan atau kursus.
“Kita juga bisa meningkatkan minat baca melalui hal-hal yang memaksa kita untuk membaca, misalnya dengan melanjutkan pendidikan, mengikuti kursus atau seminar yang memaksa kita untuk membaca. Sebab jika tidak membaca, maka akan ketinggalan. Perlu juga memaksa diri sendiri untuk membaca,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



