Jakarta, Bimas Islam --- Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Ditjen Bimas Islam Kemenag, Rijal Ahmad Rangkuty mengungkapkan, setidaknya ada dua alasan mengapa Uni Emirat Arab (UEA) memilih imam masjid dari Indonesia untuk mengisi masjid-masjid di negara itu.
Hal tersebut disampaikan Rijal saat menjadi narasumber pada Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) bertajuk ‘Seleksi Imam Masjid Uni Emirat Arab’ yang tayang di Bimas Islam TV, Rabu (27/4).
“Indonesia mendapatkan porsi yang cukup signifikan karena secara kualitas, dialeknya orang Indonesia dianggap baik, mendekati dialek yang sesuai dengan kaidah tajwid. Saya kira ini yang menjadi alasan mengapa Indonesia dipilih untuk mengirim imam masjid ke UEA,” ujar Rijal.
Menurut Rijal, alasan lainnya Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil merawat keragaman dalam menciptakan kerukunan umat beragama. “Saya kira dua hal ini yang menjadi alasan kenapa Indonesia dipilih untuk mengirimkan imam masjid ke Uni Emirat Arab,” katanya.
Sesuai kesepakatan dua negara, Indonesia akan mengirimkan 200 imam masjid hingga 2022. Pada tahun 2021, Kemenag melakukan dua kali seleksi dan mendapatkan 50 imam masjid. Tahun 2022 ini, Kemenag kembali membuka seleksi imam masjid dengan target 150 orang.
“Kita berharap di tahun 2022 ini, dengan kondisi yang semakin kondusif, semakin baik, dari sisi Covid-19 juga sudah mulai membaik, sehingga pada tahun 2022 ini kita menargetkan mengirimkan 150 imam masjid untuk memenuhi kesepakatan 200 imam masjid,” tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



