Cirebon, Bimas Islam -- Gagasan dan terobosan besar peradaban dunia bersumber dari masjid.
Demikian disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar dalam kegiatan Semiloka Penguatan Peta Jalan Kemasjidan 2023 bertajuk Masjid Pelopor Moderasi Beragama, Masjid Ramah, dan Inovasi Revitalisasi Peran Masjid untuk Kemaslahatan di Cirebon, Jumat (14/7/2023).
“Masjid milik Nabi digunakan untuk bermusyawarah. Semua gagasan dan terobosan besar dalam dunia Islam lahir dari masjid. Dalam riwayat disebutkan, masjid Nabi bahkan dijadikan balai pertemuan lintas agama. Sebanyak 60 tokoh lintas agama berkumpul dan bermusyawarah di masjid Rasulullah,” paparnya.
Nasaruddin Umar memperkuat peran dan fungsi masjid melalui telaah akar kata masjid.
“Masjid itu dari akar kata sajada yaitu meletakkan dahi di atas tanah sebagai lambang ketundukan. Lalu akar kata itu menjadi sujuud yang berarti tersungkur menunduk untuk melakukan penghambaan totalitas. Lalu akar itu jadi masjidun yang berarti tempat sujud,” terangnya.
“Dari akar kata tersebut, kita memahami bahwa diri kita juga adalah masjid. Lalu untuk apa membangun masjid? Tanpa masjid sebenarnya kita masih menjadi hamba. Masjid itu dibangun untuk memperkuat hubungan seorang hamba tegak lurus menuju ke tempat yang tak terbatas. Ini bisa dimaknai peran kita sebagai manusia mesti tegak lurus dalam visi dan misi kemasjidan,” sambung Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar berpesan, visi dan misi kemasjidan mesti diperkuat melalui terobosan dan gagasan yang strategis dan filosofis.
“Penguatan peta jalan kemasjidan ini sangat strategis dan filosofis. Kita harus menyiapkan peralatan atau perangkat gagasan yang lengkap agar keberadaan masjid pada masa mendatang semakin digandrungi masyarakat,” pungkasnya.
Wcp/Mr



