Bandung, Bimas Islam --- Juara 1 Musabaqah Hafalan Al-Qur'an (MHQ) Internasional di Mesir, Arab Saudi, dan Maroko Tahun 1995, 2000, 2009, KH. Ahmad Farizi mengapresiasi program Ngaji Bareng Juara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an)/STQ (Seleksi Tilawatil Qur'an) Nasional dan Internasional. Menurutnya, program ini merupakan terobosan positif Kementerian Agama.
"Ngaji Bareng Juara merupakan terobosan yang sangat baik dan perlu dilanjutkan," ungkap Ahmad di Bandung, Sabtu (30/4/22).
Ngaji Bareng Juara, lanjut Ahmad, merupakan sarana efektif mengabarkan kepada masyarakat Nasional dan Internasional bahwa Indonesia memiliki banyak juara MTQ/STQ di berbagai level kejuaraan.
"Ngaji Bareng Juara juga menginspirasi dan memotivasi masyarakat agar gemar membaca dan menghafal Al-Qur'an," papar pria yang aktif menjadi Pengasuh Tahfiz di Pondok Pesantren Al-Falah 2 Bandung ini.
Pada Ngaji Bareng Juara yang dilaksanakan setiap hari selama Ramadan 1443H/2022M, Ahmad menjadi narasumber pada hari ke-9, Senin (11/4/22). Ahmad membaca Surah An-Nisa ayat 24-86.
Ia berharap, program yang diinisiasi Subdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an dan Al-Hadits Kemenag ini menjadi sarana memperkenalkan cara membaca Al-Qur'an yang benar sesuai Ilmu Tajwid.
“Al-Qur'an adalah bacaan yang mulia. Bila ingin mulia, bacalah Al-Qur'an. Semakin banyak membaca Al-Qur'an maka akan semakin mulia," pungkas Waketum Jam'iyatul Quro' wal Huffazh (JQH) Jawa Barat ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



