Jakarta, Bimas Islam --- Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an dan Al-Hadits secara resmi menutup program Ngaji Bareng Juara yang digelar selama bulan Ramadan pada Ahad (1/5/2022). Kegiatan ini menghadirkan narasumber qari-qariah dan hafiz-hafizah yang berpengalaman pada ajang MTQ/STQH tingkat Nasional/Internasional.
Selain itu, kegiatan ini juga mengundang peserta dari kalangan masyarakat umum untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan dikoreksi secara langsung oleh narasumber.
Dalam penutupan program Ngaji Bareng Juara, hadir tiga peserta untuk memberikan testimoni mengenai program tersebut. Rizka Ramadanti, salah satu peserta, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa mengaji langsung kepada para juara MTQ/STQH Nasional/Internasional.
Bukan hanya itu, keberkahan yang nyata adalah mendapatkan komentar mengenai bacaan Al-Qur'an sebagai langkah perbaikan agar bacaannya semakin bagus di kemudian hari. “Saya merasa bangga bisa mengaji dan disimak langsung oleh para juara," katanya.
Karena bisa disimak dan dikoreksi langsung oleh narasumber, ia terinspirasi dan berharap bisa mengikuti jejaknya dalam mengikuti ajang MTQ/STQH, baik di tingkat Provinsi, Nasional, bahkan Internasional.
Ia berharap, Ramadan mendatang program tersebut bisa kembali dilaksanakan dan diikuti oleh kaula muda. “Semoga Ramadan tahun datang bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Para pemuda juga bisa mengikuti dan dikoreksi bacaannya,” harapnya.
Senada, Insyirahania dari Bekasi juga menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti program ini. Sebab, ia mendapatkan banyak masukan terkait bacaannya agar lebih baik lagi.
“Alhamdulillah dengan Ngaji Bareng Juara. Saya banyak mengetahui cara mengaji benar. Ustaznya sangat teliti dan sabar,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar program ini bisa menjangkau ke masyarakat lebih luas. “Semoga yang mengikuti Ngaji Bareng Juara bisa khatam Al-Qur'an dan semoga program ini bisa diadakan kembali,” harap siswa yang masih duduk di bangku SMA kelas XI itu.
Sementara itu, Uddhi Harta Zulkarnain dari Jakarta Barat juga mengaku baru mengetahui bacaannya masih banyak yang belum betul setelah dikoreksi dari narasumber pada program Ngaji Bareng Juara.
“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya program Ngaji Bareng Juara ini. Karena bisa tahsin langsung disimak guru-guru kita. Saya jadi tahu bacaan Al-Qur'an masih banyak yang belum betul,” katanya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



