Banyumas, Bimas Islam --- Sebagai garda terdepan dari Kementerian Agama (Kemenag), Penyuluh Agama Islam tidak hanya melakukan pembinaan di bidang agama. Para penyuluh yang berjumlah 50.000 di seluruh Indonesia ini juga aktif melakukan pembinaan ekonomi di tengah masyarakat.
Hal ini seperti yang dilakukan Penyuluh Agama Islam di Banyumas, Itha Rokhayani. Perempuan lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto ini juga melakukan pembinaan ekonomi di majelis taklim yang dia bina.
"Kegiatan rutin di majelis taklim berupa kajian fikih dan tafsir. Kemudian saya tambahkan dengan kegiatan kelompok Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Banyumas (Aspikmas)," ungkap Itha kepada Bimas Islam, Kamis (1/4/21).
Penulis Novel Kang Zahid ini menambahkan, kegiatan UMKM ini diawali dari niatnya untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki.
"Ini diawali dari keinginan untuk memberdayakan ibu-ibu yang memiliki keahlian dalam berbagai olahan kuliner, jasa, dan keterampilan agar bisa membantu perekonomian keluarga," tambahnya.
Selain itu, Itha yang menjadi Penyuluh Agama sejak lulus kuliah pada tahun 2006 lalu juga ingin memberikan pembinaan yang kreatif sehingga tidak membosankan bagi masyarakat sekaligus mewujudkan masyarakat sejahtera lahir dan batin.
"Jadi kegiatannya tidak cuma mengaji, tapi juga bisa memiliki usaha di bidang ekonomi sehingga kuat iman dan kuat finansial," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



