Jakarta, Bimas Islam --- Keadaan pandemi Covid-19 di Indonesia sejak 2019 lalu, membuat banyak pengusaha kecil yang tumbang karena kebijakan pembatasan kegiatan sosial masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Salah satunya Edi Maryadi, pemilik waralaba Kopi Aus di Jln Radin Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Usai mengikuti kegiatan orientasi program pemberdayaan ekonomi umat di Kantor Urusan Agama (KUA) Duren Sawit, Edi mengaku hampir gulung tikar ketika usahanya dibuka pada awal 2019 silam. Ketika itu, Edi tidak memprediksi situasi pandemi Covid-19 akan berimbas buruk terhadap usaha kedai kopinya.
"Saya buka usaha di saat yang tidak tepat, kebetulan pas buka langsung pandemi, dan ada kebijakan PSBB ketat dari pemerintah," terang Edi kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Kamis (7/10/2021).
Edi berharap, dengan adanya bantuan dari program pemberdayaan ekonomi umat di KUA Duren Sawit ini dapat menumbuhkan kembali omzet usahanya yang sempat terhambat akibat dampak pandemi Covid-19.
"Saat ini kondisi sudah mulai membaik ya, karena ada pelonggaran. Mungkin jika situasi normal kembali, bantuan ini nanti bisa memperluas usaha saya," tutupnya.
Selain Edi, terdapat 8 pengusaha lainnya yang turut menandatangani komitmen bersama untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi umat di KUA Duren Sawit, Kamis (7/10/2021). Ada empat golongan yang menjadi sasaran penerima manfaat dan pendampingan dari program tersebut, yakni calon pengantin atau keluarga baru, keluarga yang terdampak Covid-19, kelompok binaan penyuluh, dan duafa yang memiliki usaha ekonomi.
Program pemberdayaan ekonomi umat di KUA ini digagas oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) untuk memaksimalkan pemanfaatan zakat dalam memperkuat ekonomi umat berbasis keluarga/komunitas.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



