Balikpapan, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag sedang menggencarkan program pemberdayaan masyarakat melalui KUA Percontohan Ekonomi Umat. Salah satu lokasi yang telah ditetapkan pada tahun 2022 ini adalah KUA Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penyuluh Agama Islam non-PNS KUA Kecamatan Balikpapan Barat, Abdul Wahab mengungkapkan, dari 10 jenis UMKM penerima manfaat, usaha olahan ikan bandeng tanpa duri dari Nurmalasari, menjadi produk yang paling banyak dicari.
"Produksi olahan ikan bandeng tanpa duri ini sudah berjalan satu tahun, peminatnya cukup banyak. Bahkan pesanan itu bisa datang dari Kota Samarinda," ungkap Wahab saat dihubungi bimasislam, Jumat (24/6/2022).
Wahab mengatakan, strategi yang akan dilakukan tim pendamping untuk mengembangkan usaha penerima manfaat, yakni dengan melakukan pelatihan keterampilan wirausaha, seperti rencana bisnis, pengolahan keuangan, dan pengembangan pemasaran.
"Tim Penyuluh juga akan dibantu dari LAZ Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dalam memberikan pendampingan. Agar usaha mereka sukses, dan ilmunya dapat disebarkan kepada pelaku UMKM lainnya," lanjutnya.
Wahab menambahkan, selain produk olahan ikan bandeng tanpa duri, beberapa usaha para penerima manfaat lainnya adalah toko kelontong, peternakan nila dan lele, warung makan ayam geprek, olahan kue kering, telor asin, serta counter pulsa dan servis ponsel.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



