Ambon, Bimas Islam - - Badrum Nurlette salah satu penerima bantuan program Pemberdayaan Ekonomi Umat dari KUA Sirimau, Ambon. Dirinya tak pernah mengira sebelumnya, usaha yang dirintis sejak tahun 2020, saat ini produksinya bisa meningkat sampai 2 kali lipat.
“Dulu sebelum menerima bantuan hanya mampu memproduksi 700 batako, sekarang mampu sampai 1.400 batako,” katanya saat dihubungi Bimas Islam, Rabu (28/09).
Badrum menceritakan, sebelum menerima bantuan, usahanya terkendala dengan kurangnya modal, perlengkapan penunjang produksi, dan tata kelola keuangan yang berantakan. Sehingga produksinya hanya mampu sesuai kapasitas alat produksi yang dimiliki.
“Kuantitas pembuatan batako menentukan harga modal batako. Semakin banyak batako yang dibuat, semakin rendah harga modal. Sehingga dapat meningkatkan keuntungan,” ujarnya.
Badrum menyatakan, peningkatan produksi batako membuat usahanya berhasil memenangkan proyek pemasangan bata blok untuk perumahan di Kota Ambon.
Selain Badrum, bantuan Kemenag juga dirasakan Fitriyani, penerima manfaat Percontohan Ekonomi Umat KUA Kaliangkrik. Fitriyani berhasil membuka cabang baru dari bantuan yang diterimanya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



