Jakarta, Bimas Islam --- Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin menyatakan, harta benda wakaf memiliki potensi ekonomi yang luar biasa apabila dikelola secara efektif. Hal ini disampaikannya saat memberikan sertifikat tanah wakaf secara simbolis kepada perwakilan ormas Islam dan nazir di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/4/2022).
"Peruntukan tanah wakaf tidak terbatas pada kegiatan peribadatan, tapi juga dapat digunakan untuk kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Kiai Ma'ruf.
Wapres menyampaikan, masih adanya pekerjaan rumah bersama terkait tata kelola tanah wakaf, yakni dalam hal penerbitan sertifikat yang masih minim. Ia berharap, sinergisitas antara Kemenag dan Kementerian ATR/BPN dapat ditindaklanjuti oleh jajaran di bawahnya.
"Sesuai data yang ada di Kemenag, ada lebih dari 430.000 lebih lokasi tanah wakaf dengan luas sekitar 56.000 hektar. Dari jumlah tersebut, baru 58 persen yang mempunyai sertifikat," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menambahkan, dengan adanya nota kesepahaman antara Kemenag dan Kementerian ATR/BPN pada 2021 lalu dapat menjadi dasar bagi jajaran Kemenag di daerah untuk melakukan pendampingan bagi para nazir dan menyiapkan dokumen sebagai syarat mendapatkan sertifikat tanah wakaf.
"Pada tahun ini, Kemenag dan Kementerian ATR/BPN telah menyepakati target sebanyak 21.503 tanah wakaf yang akan dibuatkan sertifikatnya," ungkap Gus Menag.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



