Banjar, Bimas Islam --- Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Najwan Noor mengajak masyarakat untuk memaknai keberadaan masjid sebagai benteng penyelamat moral khususnya generasi milenial dari arus modernisasi saat ini.
Menurut Najwan, untuk mengahadapi degradasi moral generasi milenial, pengelolaan masjid sebaiknya dilakukan dengan memperbaiki manajemen dan meningkatkan kompetensi pengurus masjid, sehingga fungsi masjid bisa seperti pada zaman Rasulullah SAW, yaitu sebagai tempat ibadah, pembinaan ukhuwah islamiyah, taklim dan dakwah, serta muamalah.
Karena esensi masjid, menurutnya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi bisa berfungsi sebagai pusat aktivitas umat Islam dalam kegiatan keumatan, juga sebagai pusat pengembangan dakwah Islam, serta menjadi pusat peradaban bagi kemajuan Islam.
"Masjid menjadi garda terdepan dalam meluruskan dan menjawab setiap tantangan dinamika perkembangan Islam,” ujar Najwan dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Bimas Islam, Selasa (17/3).
Najwan mengatakan, membangun sebuah masjid memang sangatlah berat, tapi ada yang lebih berat lagi yaitu memeliharanya, mensucikannya dan memakmurkannya, karena selesainya pembangunan masjid mengandung konsekuensi tersendiri bagi masyarakat sekitarnya.
Selain itu, kata Najwan, kehadiran masjid merupakan cermin tali ukhuwah umat dalam bingkai dimensi sosial, dimana masyarakat muslim akan dapat menempatkan dirinya secara utuh, baik jasmani maupun rohani.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



