Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) melanjutkan program unggulan Kampung Zakat di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. Lanjutan program ini ditandai dengan peresmian Kampung Zakat ini dilakukan di pinggir Pantai Desa Kambunong, Senin (13/12).
Acara peresmian dihadiri oleh 150 masyarakat desa serta perwakilan dari Wakil Bupati Mamuju Tengah, Biro Kesra Sulawesi Barat, Kepala Kanwil Kementerian Agama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Perwakilan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi.
Hadir pula beberapa perwakilan BAZNAS Kabupaten se-Sulawesi Barat, dan perwakilan Lembaga Amil Zakat seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, LAZIS NU Care, LAZIS Muhamadiyah, Dewan Dakwah, Wahdah Inspirasi Zakat, Baitul Mal Hidayatullah, Yatim Mandiri, Sahabat Yatim, Yakesma, Baitul Maal Muamalat, dan Forum Organisasi Zakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Tarmizi Tohor mengatakan, program unggulan Kemenag ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dan lembaga zakat di tengah masyarakat.
“Sejak diresmikan Kampung Zakat pada 2018 lalu, sudah berkembang sangat pesat di mana terjadi kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama Provinsi maupun Kabupaten/Kota, BAZNAS, dan Lembaga Amil Zakat,” kata Tarmizi dalam sambutannya.
Menurut Tarmizi, keputusan kolaborasi bersama ini adalah langkah yang baik dan harus terus dikembangkan, sehingga menjadi portofolio pemberdayaan zakat serta dapat meyakinkan para orang kaya untuk menunaikan zakat secara rutin.
“Kelompok masyarakat yang menerima bantuan juga harus amanah dan dapat melaporkan segala bentuk aktivitas kegiatan. Diharapkan dengan bantuan dari Kementerian Agama, BAZNAS dan LAZ berupa bantuan modal untuk petani kelor, petani rumput laut, dan nelayan dapat dioptimalkan dan menaikkan taraf hidup sehingga bisa menjadi muzaki di kemudian hari,” jelas Tarmizi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mamuju Tengah Amin Jasa turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ atas terpilihnya Desa Kambunong menjadi pilot project Kampung Zakat.
Ia menambahkan, desa yang terdiri dari 5 dusun ini terbagi menjadi 2 wilayah daratan dan kepulauan sehingga akses transportasi dan akomodasi masih sulit. Bantuan dan program pemberdayaan serta pelatihan diharapkan dapat menjadi stimulus untuk masyarakat untuk berkembang.
“Kami pemerintah daerah selalu berkomitmen untuk kemajuan gerakan zakat untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Amin mengaku saat ini Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah, DPRD, serta seluruh ASN di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah sudah melakukan pembayaran zakat secara otomatis atau Payroll. Ia menegaskan untuk berkomitmen membantu biaya operasional BAZNSAS Kabupaten Mamuju Tengah dan turut berkolaborasi dalam setiap kegiatannya.
Acara kegiatan peresmian ditutup kunjungan dengan menaiki kapal kecil selama 20 menit ke pulau di Desa Kambunong untuk bersilaturahim dengan tokoh masyarakat sekaligus verifikasi lapangan para penerima bantuan.
(iqbal fadli muhammad)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



