Semarang, Bimas Islam --- Fasilitator Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Layanan KUA di Provinsi Jawa Tengah, Herry Prasetyadi mengatakan, petugas KUA harus lebih percaya diri saat melakukan sosialisasi layanan.
"Sebagai petugas layanan KUA yang hampir setiap hari bertemu masyarakat, maka menjadi sebuah keharusan memiliki sikap dan sifat percaya diri," kata Herry di Hotel Harris Semarang, Rabu (8/6).
Fasilitator dari Perusahaan Konsultasi Manajemen Markplus Institut ini mengatakan, sikap dan sifat percaya diri perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang baik.
"Komunikasi ada yang bersifat verbal dan nonverbal. Sebagai catatan, keberhasilan sebuah komunikasi justru paling banyak dipengaruhi 55% gestur, 38% suara, dan hanya 7% kata-kata," terangnya.
Dia menambahkan, petugas layanan KUA saat berkomunikasi dengan masyarakat hendaknya sensitif terhadap hal-hal yang kurang diminati. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menghindari kekecewaan terhadap layanan yang diberikan.
"Jadi, ketika berkomunikasi dengan orang, kita jangan hanya mengeluarkan pendapat, tapi harus lihat perilaku, gerak tubuh, dan cara lawan bicara merespons kita. Pastikan kita dalam posisi berempati supaya hasilnya tak membuat orang kecewa dengan layanan kita," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



