Aceh Barat Daya, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya memilih jalan mewariskan sejarah kepada generasi mendatang dengan menulis buku. Buku bisa dijadikan sebagai warisan karena bisa dibaca berulang oleh generasi yang berbeda.
"Kita ingin apa yang sudah kita kerjakan diketahui dan dirasakan dampaknya oleh masyarakata. Karena itu, kami menulis buku. Tulisan yang dijadikan buku bisa dibaca berulang-ulang dan menjadi kenangan juga warisan untuk generasi yang akan datang," ungkap Penyuluh KUA Susoh di Susoh, Nazli Hasan melalui pesan tertulis kepada bimasialam, Jumat (7/5/21).
Dalam menulis, Nazli mengaku mendapatkan suntikan semangat dari Kepala KUA Susoh, Roni Haldi. Roni merupakan penulis produktif lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
"Buku ini berkisah tentang pengalaman para Penyuluh di lapangan dalam melakukan pendataan rumah ibadah, pesantren, balai pengajian, dan majelis taklim. Termasuk interaksi kami dengan anak yatim, dai, tokoh masyarakat, saat pengumpulan zakat, pendataan jumlah hewan kurban, dan banyak cerita lain termasuk saat menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga," tambahnya.
Nazli bersama delapan penyuluh lain akhirnya menerbitkan buku berjudul Suluh Hikmah Sang Penyuluh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya secara khusus memberikan kata pengantar dalam buku setebal 108 halaman ini
"Saya tertarik menjadi Penyuluh karena kegemaran saya dalam berinteraksi dengan masyarakat dan umat dalam berdakwah, amar makruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah dari kemungkaran)," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



