Kuantan Singingi, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) di KUA Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Muhammad Isam aktif melakukan penyuluhan di kalangan masyarakat. Salah satu program yang terus ia gulirkan adalah ‘Magrib Mengaji’ yang menyasar anak-anak.
Isam mengatakan, program Magrib Mengaji digulirkan dalam rangka membentuk generasi Qur’ani. Ia mengatakan, program Magrib Mengaji dilakukan di Surau Nurul Jadid, Kampung Baru Sentajo setiap selepas salat Magrib.
“Kegiatan Magrib Mengaji ini rutin kita lakukan setiap selesai salat Magrib berjemaah. Kita rutinkan untuk terus melakukan pengulangan bacaan surat-surat pendek untuk melatih dan mengasah otak anak-anak. Ini manfaatnya untuk menajamkan daya ingatan,” ujar Isam di Kuantan Singingi, Senin (20/9).
Isam menjelaskan, pengulangan surat-surat pendek ini yang sering dibacakan dalam salat ini cukup diminati anak-anak usia dini. Selain itu, ujar dia, juga diajarkan doa-doa harian supaya dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Memang surat-surat pendek ini cukup familiar di kalangan anak-anak, karena sering dibaca imam salat. Jadi kita sengaja memilih surat-surat pendek agar melekat di ingatan mereka. Di sisi lain, kita juga mengajarkan doa-doa harian untuk pegangan kita sebagai seorang muslim,” jelasnya.
Ia berharap, melalui program Magrib Mengaji bisa membentuk generasi masa depan yang hafal Al-Qur’an, sehingga bisa menjadi amalan jariah bagi kita yang mengajarkan, dan bagi mereka yang mengamalkan.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



