Bolmut, Bimas Islam --- Sejumlah masalah sosial dan anak seperti penyalahgunaan narkoba, pornografi, kawin anak, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih merebak di masyarakat. Fakta inilah yang membuat Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kaidipang, Mei Kosegeran menjalin kerja sama lintas sektoral guna mengurangi masalah tersebut.
"Kita tidak bisa jalan sendiri sehingga harus berkolaborasi. Setelah kemarin ke Polres, hari ini kami mengunjungi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)," ungkap Mei melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Rabu (12/1/22).
Dalam kunjungan tersebut, Mei disambut hangat Kepala Bidang pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Fadhilah. Mei langsung bertemu dengan Kepala Dinas DP2KBP3A, Yanni Lasma.
"Kepala Dinas menyambut baik. Insyaallah kita akan segera meluncurkan gerakan bersama untuk sosialisasi kepada siswa SMP/MTS dan SMA/MA terkait bahayanya kawin anak, pornografi, narkoba, dan KDRT," terangnya.
Mei menambahkan, kegiatan yang juga melibatkan unsur Polsek, Koramil, dan Pemerintah Kecataman ini memiliki kepentingan bersama untuk menghindarkan generasi muda dari berbagai jenis penyakit sosial.
"Semua sepakat, berantas narkoba, pornografi, dan KDRT serta cegah nikah anak. Karena masalah ini sangat merusak generasi bangsa," pungkas Mei yang merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



