Jakarta, Bimas Islam --- Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, memaparkan ketinggian hilal pada seminar posisi hilal awal Ramadan 1442 Hijriah dalam rangkaian pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta. Senin (12/4).
Cecep mengatakan, semua sistem hisab sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada hari Senin Pon 12 April 2021 Masehi pukul 09.31 WIB.
"Pada hari rukyat tanggal 29 Syakban 1442 Hijriah bertepatan dengan hari Senin Pon 12 April 2021 Masehi, dengan ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 2° 37’ (2 derajat 37 menit) sampai dengan 3° 36’ (3 derajat 36 menit), dan rata-rata di atas 2"37° 02" sampai dengan 3" 37° 57"," ujarnya.
Cecep mengungkapkan, hilal awal Ramadan bentuknya sangat tipis dengan umur 8 jam 23 menit 12 detik. Pada saat matahari terbenam posisi hilal masih di atas ufuk, matahari terbenam terlebih dahulu dibandingkan dengan hilal.
"Mengapa jtimak hari ini tidak ditandai dengan gerhana matahari?, karena peristiwa ketika matahari dan bulan berada pada satu garis ekliptika," paparnya.
Pada zaman Rasulullah SAW, kata Cecep, untuk menentukan bulan baru sangat sederhana. Dalam kalender Hijriah perhitungan hari dimulai saat matahari tenggelam (waktu magrib), maka cukup menanti matahari terbenam di hari ke-29. Setelah itu, tinggal mencari kemunculan bulan sabit.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



