Tangerang, Bimas Islam --- Pakar psikolog konflik dari Universitas Indonesia, Ichsan Malik mengungkapkan, konflik terjadi karena kegagalan dalam relasi manusia, relasi yang gagal akan menimbulkan kekerasan, kekerasan hanya bisa dihilangkan dengan cinta dan empati.
Demikian dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara “Revitalisasi KUA Melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Angkatan 1” di Tangerang, Jumat (30/4) secara daring.
“Jadi kita lihat kalau terjadi konflik pasti rasa cinta dan juga empati sudah mati, jadi kalau empati sudah tidak ada, cinta sudah tidak ada pasti konflik,” ujarnya.
Ichsan Malik mengatakan, menurut teori Johan Galtung relasi manusia sarat akan perang kepentingan, penguasaan permusuhan dan penindasan, dan menariknya menurut Johan Galtung kalau relasi manusia ini dalam rangka menjaga relasi, maka manusia mengembangkan kekerasan, kekerasan adalah ekspresi untuk menjaga relasi manusia.
“Oleh karena itu salah satu tujuan peran dari Kantor Urusan Agama (KUA) ialah mau menyelesaikan konflik atau mampu menjaga relasi manusia, tapi Alhamdulillah sekarang Revitalisasi KUA ini mampu mengelola dan menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.
Penulis Buku Resolusi konflik: Jembatan Perdamaian itu menyebut, kedepannya KUA bisa disebut sebagai rekonsiliator, atau bisa disebut juga problem solver.
“Tapi tolong hadapi dan kelola dengan baik sebuah reaksi yang merupakan sangat penting dari konflik. Karena itu harus betul-betul memahami penyakit konflik ini,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



