Melawi, Bimas Islam --- Tempat bertugas yang berada di desa pedalaman dan adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah Abdurrahman As-Sayuti, Penyuluh Agama Islam non-PNS Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat. Selain melakukan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di bidang keagamaan, Abdurrahman juga memberikan bimbingan berupa pengembangan potensi ekonomi.
"Kita ajak masyarakat untuk budi daya Madu Keletut atau Lebah Trigona. Awalnya inovasi program saya ini kurang diminati masyarakat. Namun, kurangnya minat masyarakat justru membuat saya lebih serius untuk mengembangkan," ungkap Abdurrahman di Pinoh Utara melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Rabu (23/6/21).
Abdurrahman melakukan inovasi secara berkelanjutan tanpa kenal lelah. Seiring berjalannya waktu, inovasinya membuahkan hasil sehingga membuat masyarakat tertarik.
"Akhirnya masyarakat sekitar Desa Kayan Semapau tahu dan melihat langsung bahwa budi daya Madu Keletut ini prospektif. Masyarakat jadi tahu bahwa hasilnya tidak hanya dijual di Melawi, tetapi juga ke Kota Pontianak, Kubu Raya, Sintang, dan Ketapang," tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, perjuangan Abdurrahman membuahkan hasil. Tidak hanya masyarakat yang terbina dan mendapatkan pemasukan, Abdurrahman diganjar sebagai Penyuluh Teladan non-PNS Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2021.
"Iya, benar. Saya dinyatakan sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Melawi dan insyaallah mewakili Melawi di Tingkat Provinsi Kalimantan Barat," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



