Semarang, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dengan cara yang benar di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Menurutnya, satu hal yang pantas untuk disyukuri adalah Allah SWT masih memberikan kesehatan dan dijauhkan dari Covid-19.
“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT dengan cara yang benar. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kesehatan dan dijauhkan dari bahaya Covid-19, bahkan sampai hari ini,” ujar Musta’in Ahmad saat menjadi narasumber pada Ngobrol Pagi yang digelar Kemenag Kabupaten Cilacap via Zoom, Jumat (6/8).
Program Ngobrol Pagi menjadi salah satu program Kemenag Kabupaten Cilacap selama PPKM Level 4 diterapkan. Dalam program Ngobrol Pagi tersebut, seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Cilacap, termasuk Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh se-Kabupaten Cilacap tampak hadir di tengah aktivitas mereka selama WFH.
Menurut Musta’in, bentuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT dengan cara benar di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan tidak meremehkan Covid-19 itu sendiri. Termasuk, kata dia, selalu mematuhi aturan protokol kesehatan 5M+1D serta tetap menjalankan kewajiban dengan maksimal.
“Kita semua memahami bahwasanya work from home lebih berat daripada work from office, tetapi kita harus menyadari bahwa nikmat dan karunia Allah SWT itu sangat luas. Patut bagi kita bersyukur dengan cara yang benar, mematuhi prokes, utamanya tetap memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berkerumun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bentuk syukur yang dilakukan dengan cara tidak benar adalah tidak mematuhi prokes 5M+1D serta mengabaikan kewajiban yang sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai manusia, yaitu menjaga orang lain dari perbuatan kita baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.
“Kita tahu situasi sedang pandemi Covid-19. Kita tahu sekarang melakukan kewajiban-kewajiban dari rumah atau work from home. Kita tahu bahwa melakukan tugas dari rumah itu lebih berat daripada melakukan tugas di kantor. Jika kita mengabaikan prokes 5M+1D, mengabaikan kewajiban, sebaiknya tanya kepada hati kalian, apakah itu cara bersyukur yang benar?” ujarnya.
Untuk itu, Musta’in meminta masyarakat, khususnya jajaran di lingkungan Kementerian Agama, untuk tetap mematuhi ketentuan-ketentuan dalam surat edaran Kemenag terkait protokol kesehatan. “Saya ingin kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan. Itu adalah salah satu syukur dengan cara yang benar,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



